NasionalMaybank Bali Marathon (MBM) 2017 kembali sukses digelar. Dengan rute baru yang tetap menonjolkan pesona pedesaan Bali itu berlangsung sangat meriah.  


Ajang yang diklaim sebagai hari rayanya para pelari ini mampu menyedot peserta  dengan total 9.100 pelari dari 44 negara di antaranya Kenya, Hong Kong, Malaysia, Ethiopia dan Amerika Serikat. MBM 2017 memiliki lima kategori full marathon (42K), half marathon (21K), 10K, wheelchair (10K), dan children sprint. 


Di kategori Full Marathon Open Male pelari asal Kenya Henry Kiprotich berhasil menyabet gelar juara dengan catatan waktu 2 jam 19 menit 17 detik. Atas raihan tersebut, dia berhak mendapat hadiah sebesar Rp 189 juta. Hadiah diberikan langsung oleh Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria di Bali Safari and Marine Park, Minggu, 27 Agustus 2017.


Sementara, dari kategori Full Marathon Open Female dimenangkan oleh Rumokol Chepkanan asal Kenya. Dia mencetak waktu 2 jam 28 menit 38 detik dan membawa pulang hadiah sebesar Rp 189 juta.


Wiryawan Jaya Subangkit yang mengikuti Full Marathon National Male berhasil berdiri di podium pertama dengan catatan waktu 2 jam 41 menit 53 detik. Dan kategori Full Marathon National Female dimenangkan oleh Meri Mariana Paijo yang mencetak waktu 3 jam 1 menit 54 detik. Masing-masing juara kategori nasional itu berhak membawa pulang uang hadiah sebesar Rp 115,5 juta.


Yang menarik pada MBM 2017 ini adalah walaupun merupakan sebuah kompetisi internasional, namun yang kental terasa adalah atmosfer kekeluargaan antara sesama peserta terutama kepada para peserta lomba wheelchair. Terlihat, ketika setiap peserta wheelchair (10K) melewati jalur perlombaan selalu dihujani dengan tepuk tangan penyemangat dari para peserta kategori lain. Bahkan, salah satu peserta 10K ikut membantu mendorong peserta wheelchair yang terlihat kelelahan. 


Tak hanya penyerahan hadiah, pada MBM 2017 ini juga diramaikan oleh penampilan berbagai tarian tradisional, live music, kuis berhadiah, bahkan terdapat beberapa booth yang menyediakan terapi kepada para peserta. Dari memberikan terapi pijat, bahkan memberikan ice bath guna merelaksasi dan mendinginkan otot-otot kaki setelah berlari. *