Dunia, Yangon- Pemerintah Myanmar mengevakuasi sedikitnya 4 ribu penduduk non-Muslim dan staf pemerintah dari lokasi bentrokan bersenjata antara kelompok pemberontak Konflik Rohingya Tewaskan 89 Warga, AS Minta Myanmar Tahan Diri

"Kami bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah setempat untuk menyediakan makanan kepada penduduk,"kata Win Myat Aye seperti dikutip dari Reuters.

Namun dia tidak dapat menjelaskan rencana pemerintah untuk membantu warga Rohingya."Ini sangat sulit untuk dijelakan, Ini situasi konflik sehingga sangat sulit untuk mengatakan siapa benar atau salah," ujarnya seperti dikutip dari The Irrawaddy.

Pertempuran yang berlangsung hingga ke jalan raya di kota Maungdaw, Rakhine. Suara tembakan senjata dan ledakan membuat penduduk Rakhine panik.

Baca: Myanmar Nyatakan Pemberontak Rohingya, ARSA, Teroris

Mengutip The Irrawaddy, 27 Agustus 2017, penduduk Rakhine, baik itu yang dihuni non-Muslim maupun yang berbaur Muslim dan non-muslim berjaga-jaga dengan membawa pisau dan pentungan sebagai alat membela diri.

Banyak warga di sejumlah desa di Rakhine terjebak di area pertempuran yang berlangsung hingga ke jalan raya. Bahkan ditemukan banyak ranjau darat.

"Pertempuran berlanjut sepanjang hari kemarin di jalan raya, ditemukan banyak ranjau darat. Aparat lokal tidak memiliki cukup makanan untuk mereka semua. Harga komoditas beranjak naik hari demi hari," kata seorang jurnalis di kota Maungdao.

Baca: Kronologi Pemberontak Rohingya Serang 24 Pos Polisi Myanmar

Sudah 98 orang tewas dalam pertempuran yang pecah pada hari Jumat, 25 Agustus 2017. Jumlah itu terdiri dari 80 pemberontak Rohingya tewas dan 12 anggota pasukan keamanan tewas.

Pemimpin de facto Aung San Suu Kyi mengutuk bentrokan bersenjata dan menggunakan bom rakitan untuk menyerang 30 kantor polisi dan markas militer. Hingga ini, Suu Kyi, menurut kritikan negara-negara Barat, tidak berbicara kerasa tentang persekusi yang dialami etnis minoritas Rohingya bertahun-tahun lamanya. Malah sebaliknya membela militer dalam serangan pada Oktober tahun lalu.

THE IRRAWADDY | REUTERS | MARIA RITA