Sport, Jakarta - Conor McGregor harus absen dari segala bentuk kompetisi olah raga bela diri selama 2 bulan, pasca kekalahan TKO ronde 10 dari Floyd Mayweather Jr dalam laga tinju dunia The Phenomenal Fight di La Vegas, pada akhir pekan lalu.

Pelarangan berkompetisi bela diri itu dikeluarkan Komisi Atletik Nevada (NAC), berdasarkan hasil pemeriksaan medis setelah McGregor bertanding.

Jamak terjadi seorang petinju yang kalah KO atau TKO harus beristirahat selama minimal 2 bulan. McGregor walaupun seorang atlet MMA, namun dia bertanding tinju melawan Mayweather. Jadi aturan yang dipakai tetap berdasarkan tinju, sejak pra tanding hingga pasca laga.

Baca: Tinju Dunia: Usai Baku Pukul, Mayweather dan McGregor Gelar Pesta



McGregor usai pertandingan menyatakan tidak kapok bertanding tinju, meskipun dia gagal total dalam debutnya. Dia berniat untuk naik ring tinju lagi jika memang ada kesempatan.

“Peluang masih terbuka lebar. Saya tetap juara di UFC, tetapi juga yakin bahwa ada kesempatan lain di tinju. Saya suka berkompetisi, suka olahraga bela diri, dan saat ini tidak terikat pada agensi mana pun. Jadi saya bisa lakukan apa saja setelah ini,” ujar McGregor.

Baca: Tinju Dunia: Seusai Taklukkan McGregor, Mayweather Nyatakan ...

Sebaliknya, Dana White sebagai CEO UFC yang mempromosikan McGregor, berharap petarung asal Dublin, Irlandia itu secepat mungkin balik ke oktagon dan tetap setia di sana ketimbang memburu karier sebagai petinju profesional.

 “Lebih baik Conor tetap di MMA, karena itu memang dunianya. Dia jauh lebih baik jika memakai semua kemampuan bela dirinya, ketimbang hanya tinju. Conor memang bertinju dengan baik malam ini, namun saya ingin melihatnya kembali ke UFC,” ujar White.

Baca: Tinju Dunia: Kalah TKO dari Mayweather, Inilah Komentar McGregor

Pertarungan antara Floyd Mayweather kontra Conor McGregor konon merupakan laga tinju dunia paling mahal yang pernah digelar. Pendapatan dari laga ini dikabarkan mencapai sekitar US$ 700 juta, atau Rp 9,3 triliun. Pantas jika McGregor ketagihan.

BLEACHER REPORT | DON