Metro, Jakarta - Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) Jatinegara Barat mengeluhkan jumlah tunggakan biaya sewa yang kian menumpuk.
"Tinggal di Pulo dan rusun bagaikan naik bajaj dan taksi," kata Iwan Setiawan, salah satu penghuni Rusunawa Jatinegara Barat, Senin, 28 Agustus 2017. "Di rusun kita buka pintu, argo jalan terus."

Iwan merupakan salah satu warga relokasi Kampung Pulo, Jakarta Timur yang telah menempati Rusunawa Jatinegara Barat sejak 2015. Sejak kepindahannya, dia menghidupi keluarganya dengan berjualan soto betawi di halaman rusun itu.

Baca juga: Ancaman Pengusiran Efektif, Tunggakan Rumah Susun Makin ...

Iwan menceritakan, sebelumnya Presiden Joko Widodo menjanjikan warga untuk mengganti biaya rumah mereka di Kampung Pulo yang digusur ketika ia menjabat sebagai Gubernur DKI jakarta. "Dia janji akan diganti (biaya) rumahnya. Jangankan rumah, kandang burung pun diganti," kata Iwan.

Namun, janji Jokowi tersebut sirna setelah kursi Gubernur DKI Jakarta diduduki oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 2014 lalu.  "Kata Ahok ini (Kampung Pulo) tanah negara, tapi padahal ini bangunan milik warga," Iwan mengeluhkan. "Kita bayar buat bangun rumah susah, dia tetep kekeuh enggak mau ganti (biaya rumah yang digusur)."

Baca juga: Rusun Nagrak Pilot Project Rumah DP Nol Rupiah, Begini Kondisinya

Biaya sewa unit rusun yang ditempati 14 anggota keluarganya itu sudah hampir 10 bulan menunggak. Kini, total tunggakannya mencapai Rp 6 juta.

Iwan mengaku kesulitan membayar biaya sewa rusun yang ia tempati sekarang. Menurutnya, pembayaran sewa yang ditagih setiap bulan terasa sangat berat. "Pak Jokowi bagai naik bajaj, tidak merugikan warga," kata dia. "Kalau Ahok bagai naik taksi, argo berjalan terus."

Baca juga: Penghuni Rusun Masih Menunggak Sewa, Djarot: Silakan Keluar

Pada Juli 2017 pihak pengelola Rusunawa Jatinegara Barat mencatat ada sekitar 482 unit dari 512 unit yang menunggak. Total jumlah tunggakannya mencapai Rp 1,09 milyar. Namun, sejak Agustus, jumlah tunggakan tersebut menurun menjadi Rp 1,01 milyar.

Rusunawa Jatinegara Barat merupakan satu dari 23 rusun di DKI Jakarta yang menunggak sejak sebelum 2013 hingga Juni 2017. Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman DKI Jakarta mencatat total jumlah tunggakan mencapai  Rp 32 miliar.

ZARA AMELIA